Mungkin keindahan cahayamu tak seperti rembulan.
Mungkin terangnya sinarmu tak layak matahari.
Tapi, aku menyaksikanmu seperti kunang-kunang. Sebab setiap langkah yang kau tuju akan menjadi penebar keindahan untuk gulitanya gelap.
Kau mampu menuntun dengan terang kerlipanmu untuk menuju kebaikan perbaikan.
Apa kau kunang-kunang?
Aku suka kamu !
Sabtu, 22 September 2018
Kunang-Kunang
Menemukan
Setiap yang mencari, pada waktu yang tepat akan menemukan.
Kadang bertemu atau bisa jadi dipertemukan.
Ada titik temu yang menjadikan pencarian itu usai dan menggantikan kepergian.
Di titik itu, yang basah menjadi kering, yang lama menjadi sebentar, yang tandus kini bertumbuh, yang layu kini telah mekar kembali.
Di titik itu, kau seolah menemukan kembali dirimu yang hilang.
Dirimu yang telah lama lenyap disembunyikan ruang-ruang tunggu.
Kelak senyum itu kian pulas, bila temu menjadi satu dan dalam satu itu ada kamu, Tuan.
Kelak temu pun bisa menuai tabah kala pisah telah direnggut takdir.
Semoga temu kembali menjadi lebih indah, di Jannah.
Jadi Begini, Nona
Jadi kurang lebihnya begini, Nona...
Ada dari sekian tanya yang hanya perlu kau usapkan dalam doa.
Bila kau lelah, boleh lah kiranya tanyamu yang merimbun dari tanya bagaimana hingga mengapa itu diceritakan pada bulan.
Mungkin bulan tidak akan menjawab, tapi kau bisa tenang kan dengan bercerita padanya?
Nona, banyak rahasia memang dari kehidupan ini. Kadang, kau boleh tahu jawabannya. Kadang harus bersabar memecahkan teka-teki hidup ini.
Suarakanlah pada suhu dingin malam ini, tentang bagaimana dan mengapa?.
Atau lelapkan semua rasa ingin tahu itu dalam tidurmu yang pulas.
Agar saat kau terbangun, kau tahu bahwa waktu dapat memberikan alasan atas semua yang masih dalam tanda tanya itu.
Ohya, Apa bulan sudah tahu bahwa kau telah menemukan satu jawaban dari tanya mu?
About biggest question in your life.
😊
Baru
Akan ada waktunya, kita akan memulai segala sesuatu dengan perubahan baru. Berjalan di atas ubin-ubin ujian satu demi satu. Entah seperti apa kesulitan itu, entah sekuat apa kita mampu saling menguatkan pijakan, entah bagaimana iman kita kala pijakan kita mulai tersentuh duri yang memerihkan langkah tuk berjalan lagi.
Tapi memang semua telah berubah. Akan ada kekuatan baru tuk menopang kekuatan yang sebelumnya tak ada, akan ada pemikiran baru yang sebelumnya mungkin tak terpikirkan oleh diri sendiri, akan ada yang bersedia mengobati luka dan menyembuhkannya dengan hati-hati, akan ada banyak yang berubah.
Setiap yang ada pada sebelumnya telah menjadi sejarah, selanjutnya adalah tapakan baru. Suatu hal yang tentu dulunya tak pernah terfikirkan akan melewati jalan ini. Sebuah jalan yang akan menjadi cerita-cerita baru, tentang ketaatan, perjuangan, kesetiaan, dan optimisme mencapai impian.
Bumi-Hujan
Suatu hari Bumi sangat cemas, karena hujan belum juga berkunjung. Sebab tanpa hujan, Bumi akan menjadi pelataran tanah tandus yang tak dapat berguna lagi bagi kehidupan.
Bumi pun menengadah ke langit, meminta dengan kerendahan hati agar Penguasa Alam dapat menurunkan Hujan untuknya. Waktu demi waktu bergulir, Bumi belum tampak tanda-tanda gemawan hitam berarak menghantarkan Hujan.
Tetiba, turunlah buliran air Hujan pada Bumi. Ah, Bumi pun sangat bahagia. Tapi Bumi tak tahu bahwa Hujan itu hanyalah kesementaraan untuk di beberapa titik untuk tujuan tertentu. Kenyataannya Hujan yang datang bukan Hujan yang tulus sebagaimana harapan Bumi, ia hanyalah Hujan sintetis yang dibuat manusia. Akhirnya, Bumi pun kembali kecewa pada langit.
Keresahan Bumi terhadap Hujan adalah buah dari hilangnya rasa percaya. Mestinya, jika Bumi yakin bahwa Tuhan lebih tahu kebutuhan Bumi dibandingkan Bumi itu sendiri maka tidak akan ada rasa kecewa dan resah.
Pada penghujung Tahun, akhirnya Hujan pun turun dengan derasnya. Membasahi sekujur bumi yang telah lama kerontang. Bumi sangat bersyukur, sebab Hujan datang pada waktu yang terbaik di sisi Tuhan bukan dalam takaran akalnya.
Jumat, 21 September 2018
Keep Fight, Keep Faith
Pengen banget bilang "Tuan, keep fight dan keep Faith yah pake emot bunga-bunga"😂
Walau kesetiaan dalam berjuang masih dalam tahap ujian, ketaatan dan kedekatan pada Allah akan menjaga diri dari segala was-was.
Semoga yang terbaik menjadi jalan yang akan ditempuh. Namun kita tak bisa mendikte takdir, sebab manusia hanya pelakon ikhtiar. Biar semua jerih telah terenda, segenap asa telah memuncak, dan setulus ingin telah mendalam takkan bisa menggerakkan roda keputusan Tuhan.
Tuan, semoga kuat dalam berjuang.
Aku pun ingin begitu.
Keep fight, keep Faith !
Semoga spasi menjadi kata, semoga jeda menghapus jarak, semoga temu adalah takdir.
Semoga takdir dalam ridho Allah.
Senin, 17 September 2018
Kembali Tumbuh
Ada gak sih yang lebih melow dari patah?
Tapi ada pula ternyata yang lebih mengharukan setelah patah, yakni menjadi tumbuh lebih utuh dengan diperjuangkan melalui cara yang baik.
Tuan, terima kasih...nona lagi terharu :')
Semoga urusannya dimudahkan, rizkinya dilancarkan, bebannya diringankan, sehat kuat selalu dalam 'afiat, dan imannya selalu terjaga.
Makasih yah ^_^