Sabtu, 22 September 2018

Jadi Begini, Nona

Jadi kurang lebihnya begini, Nona...
Ada dari sekian tanya yang hanya perlu kau usapkan dalam doa.
Bila kau lelah, boleh lah kiranya tanyamu yang merimbun dari tanya bagaimana hingga mengapa itu diceritakan pada bulan.
Mungkin bulan tidak akan menjawab, tapi kau bisa tenang kan dengan bercerita padanya?

Nona, banyak rahasia memang dari kehidupan ini. Kadang, kau boleh tahu jawabannya. Kadang harus bersabar memecahkan teka-teki hidup ini.
Suarakanlah pada suhu dingin malam ini, tentang bagaimana dan mengapa?.
Atau lelapkan semua rasa ingin tahu itu dalam tidurmu yang pulas.
Agar saat kau terbangun, kau tahu bahwa waktu dapat memberikan alasan atas semua yang masih dalam tanda tanya itu.

Ohya, Apa bulan sudah tahu bahwa kau telah menemukan satu jawaban dari tanya mu?
About biggest question in your life.
😊

Baru

Akan ada waktunya, kita akan memulai segala sesuatu dengan perubahan baru. Berjalan di atas ubin-ubin ujian satu demi satu. Entah seperti apa kesulitan itu, entah sekuat apa kita mampu saling menguatkan pijakan, entah bagaimana iman kita kala pijakan kita mulai tersentuh duri yang memerihkan langkah tuk berjalan lagi.

Tapi memang semua telah berubah. Akan ada kekuatan baru tuk menopang kekuatan yang sebelumnya tak ada, akan ada pemikiran baru yang sebelumnya mungkin tak terpikirkan oleh diri sendiri, akan ada yang bersedia mengobati luka dan menyembuhkannya dengan hati-hati, akan ada banyak yang berubah.

Setiap yang ada pada sebelumnya telah menjadi sejarah, selanjutnya adalah tapakan baru. Suatu hal yang  tentu dulunya tak pernah terfikirkan akan melewati jalan ini. Sebuah jalan yang akan menjadi cerita-cerita baru, tentang ketaatan, perjuangan, kesetiaan, dan optimisme mencapai impian.

Bumi-Hujan

Suatu hari Bumi sangat cemas, karena hujan belum juga berkunjung.  Sebab tanpa hujan, Bumi akan menjadi pelataran tanah tandus yang tak dapat berguna lagi bagi kehidupan.

Bumi pun menengadah ke langit, meminta dengan kerendahan hati agar Penguasa Alam dapat menurunkan Hujan untuknya. Waktu demi waktu bergulir, Bumi belum tampak  tanda-tanda gemawan hitam berarak menghantarkan Hujan.

Tetiba, turunlah buliran air Hujan pada Bumi. Ah, Bumi pun sangat bahagia. Tapi Bumi tak tahu bahwa Hujan itu hanyalah kesementaraan untuk di beberapa titik untuk tujuan tertentu. Kenyataannya Hujan yang datang bukan Hujan yang tulus sebagaimana harapan Bumi, ia hanyalah Hujan sintetis yang dibuat manusia. Akhirnya, Bumi pun kembali kecewa pada langit.

Keresahan Bumi terhadap Hujan adalah buah dari hilangnya rasa percaya. Mestinya, jika Bumi yakin bahwa Tuhan lebih tahu kebutuhan Bumi dibandingkan Bumi itu sendiri maka tidak akan ada rasa kecewa dan resah.

Pada penghujung Tahun, akhirnya Hujan pun turun dengan derasnya. Membasahi sekujur bumi yang telah lama kerontang. Bumi sangat bersyukur, sebab Hujan datang pada waktu yang terbaik di sisi Tuhan bukan dalam takaran akalnya.

Jumat, 21 September 2018

Keep Fight, Keep Faith

Pengen banget bilang "Tuan, keep fight  dan keep Faith yah pake emot bunga-bunga"😂

Walau kesetiaan dalam berjuang masih dalam tahap ujian, ketaatan dan kedekatan pada Allah akan menjaga diri dari segala was-was.
Semoga yang terbaik menjadi jalan yang akan ditempuh. Namun kita tak bisa mendikte takdir, sebab manusia hanya pelakon ikhtiar. Biar semua jerih telah terenda, segenap asa telah memuncak, dan setulus ingin telah mendalam takkan bisa menggerakkan roda keputusan Tuhan.

Tuan, semoga kuat dalam berjuang.
Aku pun ingin begitu.
Keep fight, keep Faith !
Semoga spasi menjadi kata, semoga jeda menghapus jarak, semoga temu adalah takdir.
Semoga takdir dalam ridho Allah.

Senin, 17 September 2018

Kembali Tumbuh

Ada gak sih yang lebih melow dari patah?
Tapi ada pula ternyata yang lebih mengharukan setelah patah, yakni menjadi tumbuh lebih utuh dengan diperjuangkan  melalui cara yang baik.

Tuan, terima kasih...nona lagi terharu :')
Semoga urusannya dimudahkan, rizkinya dilancarkan, bebannya diringankan, sehat kuat selalu dalam 'afiat,  dan imannya selalu terjaga.
Makasih yah ^_^

Minggu, 16 September 2018

Dipertemukan-Dipisahkan

Kadang, semesta begitu apik menyajikan cerita cinta melalui sebuah skenario terbaik dari Sang Penguasa Takdir.
Menjadi uraian kisah-kisah baru untuk menyudahi sekian goresan kisah-kisah lama. Sebuah Pertemuan yang kadang harus melalui perpisahan. Sebuah perpisahan yang mengundang pertemuan.
Kemudian hati yang lelah mencari itu pun terpaku dalam meminta pada doa-doa.
Semoga yang dipisahkan adalah kebaikan, semoga yang dipertemukan adalah kebaikan.

Menemukan yang Hilang

Jangan kehilangan diri sendiri sebab masih enggan kehilangan sesuatu yang belum dilepaskan. Sayangi dirimu sendiri, lepaskan !
Bersiaplah dengan kejutan tak terduga di depan saat kamu bisa melepaskan dengan baik dan menemukan dirimu sendiri kembali.