Sabtu, 07 Juli 2018

Saat

Saat hatimu terluka parah bukan karena sesiapapun tapi bisa jadi karena kamu terlalu berani jauh dari cinta Allah dan Rasul-Nya. Ayolah, hai kamu yang tengah mendidik hati untuk lebih baik jangan selancang  itu kau lari dari-Nya. Kembalilah mendekat pada-Nya. Kamu bisa  mendekat pada Allah dengan segenap kekuranganmu, kamu bisa mendekat pada Allah melalui hajat-hajatmu, dan kamu bisa banget mendekat pada Allah dengan sejagad dosa-dosa. Itulah fasilitas mendekat pada Allah yang paling syahdu.

Saat hatimu galau bukan karena pilihan atau masa depan tapi bisa jadi karena kamu sudah jarang berinteraksi dengan Al-Qur'an. Karena Allah tak pernah menitipkan kegalauan pada hati yang bersahabat dengan Al-Qur'an. Kala hati, lisan, dan tindakan itu telah  menginterpretasikan esensi al-Qur'an maka semuanya adalah keterarahan dan kedamaian bukan lagi kegalauan.

Saat hatimu tak merasakan bahagia bukan karena apapun tapi bisa jadi karena kamu lupa bagaimana cara bersyukur. Sungguh segala fitur-fitur kehidupan yang telah Allah berikan berupa akal, tubuh yang sehat,  keluarga, tempat tinggal, pendidikan, pekerjaan, dan banyak lainnya adalah karunia yang mestinya kamu bisa merasakan hidup ini enaknya pake banget. Kesyukuran lah yang buat kamu menterjemahkan hidup ini  sebagai ruang yang nyaman dan enak. Kesyukuran lah yang bakal buat bahagia berjalan cantik menuju mu. Bahkan semakin pandai kamu bersyukur kian bersegera kebahagiaan itu menuju mu.

Kapan Nikah?

Udah, gak perlu sensi gitu kalau dapat pertanyaan 'kapan nikah?'. Atau dapat bully genit dari temen, saudara, atau orang yang baru kita kenal. Sebenarnya mereka hanya ingin tahu update signifikan dari kita. Bahwa update semacam status adalah momen yang bagi mereka urgentif untuk dilacak. Jadi, Santai aja la😂....

Jumat, 06 Juli 2018

Kenikmatan

Kenikmatan dunia akan diberikan cuma-cuma kepada siapapun yang Allah kehendaki. Tapi kenikmatan iman hanya diberikan kepada hamba-Nya yang terpilih. Iman itulah yang akan membawanya pada kenikmatan agung di yaumul akhir. Iman yang membuat seseorang bertahan dalam sabar dan pandai bersyukur pada segala kondisi.

Daripada itu, jika kita ingin meminta maka mintalah kenikmatan iman bukan kenikmatan dunia. Sebab nikmat dunia ini hanya 1% dan 99% ada di Syurga.

Aphelion-Perihelion

kondisi saat ini berada pada titik aphelion yang pada waktunya menuju titik perihelion. Jadi tolong, jaga kesehatan, jaga hati, dan jangan lupa jaga iman. Sabar titik perihelion akan datang pada saatnya.

Kamis, 05 Juli 2018

Cukup

Cukup Allah...
Siapapun yang mendekati Allah, maka Allah takkan pernah meninggalkannya.
Cukup al-Alquran...
Siapapun yang menghiasi hati  dengan al-Qur'an maka hati itu tidak  merasakan apapun kecuali kedamaian.

Dengan kecukupan itu, semoga diri  kian peka mendeteksi hidayah, semakin lapang menerima ketetapan, semakin berani mengakui kesalahan dan bertambah utuh keyakinan pada-Nya.

Dengan keyakinan utuh itu, semoga disaat lemah yakin Allah Maha kuat, disaat berdoa yakin Allah Maha Mengabulkan, disaat sakit yakin Allah Maha Menyembuhkan, disaat tersesat yakin Allah Maha Pemberi Petunjuk, disaat susah yakin Allah Maha Melapangkan, disaat miskin yakin Allah Maha Kaya, disaat salah yakin Allah Maha pemaaf, disaat berdosa yakin Allah Maha Pengampun.

Gemintang

Apa kau pernah melihat ketiadaan?
Malam ini aku tengah memandang ketiadaan. Langit malam dengan gemintang yang katanya indah adalah sebuah citra ketiadaan.
Apa kau percaya?
Aku percaya hal itu seperti aku percaya tentang kamu. Bahwa gemintang yang kini ku cermati hanya sisa sinar dari ribuan tahun cahaya dulu. Kerlipannya hanyalah citra ketiadaan. Tampak tapi saat ini tak ada, atau mungkin dimasa kini bintang itu telah mati.
Lalu kamu?
Sebuah ketiadaan yang tampak ada di mata hatiku. Entah akan benar ada atau tidak, aku ingin tidak peduli dulu sementara waktu. Karena cukup dengan sebuah keyakinan bahwa yang terbaik selalu membutuhkan jeda agar menjadi indah. Seperti gemintang itu....cukup lama ia harus bisa tampak dengan  menempuh ribuan tahun cahaya.

Rabu, 04 Juli 2018

Lari dari Masalah

Pernah  kita berada dalam suatu persoalan hidup?. Semua terasa sangat menghimpit. Kita  merasa tak kuasa untuk menyelesaikannya. Lalu dengan kerdilnya jiwa memutuskan untuk lari dari  masalah. Padahal, sampai kapanpun kita tak akan pernah bisa lari dari masalah, kecuali lari kepada Allah. Kita bisa datang pada Allah untuk menolong kita menyelesaikannya. Maka, kita mulai mengerti kalau kita selalu butuh Allah dan tak bisa jauh dari-Nya. Hasbiyallah (cukuplah bagiku Allah) ucapkanlah itu dengan rasa terdalam. Cukup Allah tempat kita lari dari  masalah, cukup Allah ruang kita untuk mengadu keluh kesah. Karena masalah  itu Allah yang memberikan bukan untuk kita yang menyelesaikannya melainkan agar kita memohon pertolongan pada-Nya. Mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat. Sebab itulah sebaik-baik penolong.