Rabu, 11 April 2018

Benang-Benang Takdir

Bila kamu tidak berbuat, maka takkan tahu rajutan takdir terbaik mana yang akan disulam.
Nona, berbuatlah seperti apa yang sebaiknya untuk dilakukan.

Dalam hidup ini, tak sedikit yang datang menghiasi hati.Pada akhirnya semua cerita hanya menjadi lerai kenangan. Rajutan-rajutan takdir itu terus memintal helaian kebijaksanaan hati. Bertumbuh dalam pemahaman yang lebih baik, mengenal kehidupan lebih layak, dan meluaskan sudut pandang akan interaksi sosial.

Semoga dapat mengambil hikmah dari setiap rajutan-rajutan takdir yang ditetapkan-Nya  ya Nona.
Serahkan hidup mu pada Yang Maha Mengatur Kehidupan. Jalani apa yang Dia tetapkan dengan ketulusan. Allah Maha Tahu rajutan takdir terbaik yang akan disulam untuk mu kelak. Percalah, sulaman takdir Allah itu indahnya pake banget.
Ittaqillah ya Nona sayang...

What goes around comes around...

Selasa, 10 April 2018

Terbaik dengannya

Kadang ada orang yang membayar mahal psikolog untuk menyembuhkan jiwanya.
Padahal yang terbaik dengannya, al-Qur'an.
Adakalanya, sekian dari kita mengikuti seminar motivasi kesana-kemari dengan biaya yang tak murah.
Padahal yang terbaik dengannya, al-Qur'an.

Nona...bila iman mu sehat maka takkan pernah kamu merasa kenyang bersama al-Quran.
Bersamanya adalah yang terbaik untuk menyehatkan jiwamu, membakar semangat positif mu, mengarahkan kamu pada jalan yang terbaik dan terbimbing.

Membelajarkan Keyakinan

Nona...
Kamu harus membelajarkan keyakinan pada Allah hingga teguh hatimu memilih apa yang Allah suka  bukan memilih apa yang menjadi keinginan.

Semakin cerdas keyakinan itu maka semakin meringankan diri untuk berjalan pada titian yang Allah suka.

Kadang belajar yakin itu melelahkan, bukan? Namun lelah itu menjadi catatan kebaikan yang akan kamu syukuri kelak, Nona. Disaat tak ada lagi pertolongan kecuali dari apa yang telah tercatat itu.

Keteduhan

Keteduhan dibalik rimbunmu memberi aku arti akan melindungi. Membantu aku sadar bahwa aku berTuhan pada Dzat Yang Maha Melindungi.
Terlerailah deguban cemas.
Terlegakan kekhawatiran hati.
Mendekat pada-Nya amat meneduhkan rasa tenang.
Jangan lagi kemana-mana Nona...disana saja bila kau penat akan rusuhnya permainan dunia ini...kesanalah pada keteduhan yang menenangkan.

Biru-Hijau

Gemulai manja dedaun kala siang itu menyulam takjub diri.
Rerimbunan aneka hijau yang menyertai sederetan lahan menambah harmoni pemandangan.

Biru yang aku padukan pada hijau mu itu menjadi potret lukisan tentang Keagungan Tuhan.
Membantu aku belajar menikmati proses dalam hidup ini. Hingga lelahku terbayar tuntas sebab mengagumi-Nya atas karunia yang utuh diberikan padaku setiap detik dan setiap deguban jantung.

Indah

Bila saputan gemawan menghalau birumu takkan membuat aku lupa akan indah yang pernah ada kala memandangmu.

Yang indah tetap akan terpampang indah. Meski tak diamati mata namun mampu diterka  oleh hati.

Nona, tak perlu kau agungkan keindahan nan sekedar dipuji oleh tajuk pandang insan nan hina. Indah mu ada pada takwa takkan tersaput oleh-Nya dan tak pula terpupus sebab cela manusia.

Mengindahlah dengan takwa Nona. Agar pesonamu merajut kagum penduduk langit dan Syurga.😊

Sensitif

Wanita yang tengah didatangi fase bulannya itu menjadi sulit menguasai diri. Tekanan dan ancaman lingkungan semakin mudah untuk mengobrak-abrik emosinya. Ya Allah...faghfirlana.

Apalagi kondisi sulit seperti itu ditambah lagi dengan iman yang mulai melemah. Ya Allah...faghfirlana.

Cerita perjalanan sedemikian menjadi Medan uji coba kesabaran banget 😖😫. Ya Allah Faghfirlana.

Fase-fase sensitif nya seorang wanita seakan irama rasa yang kacau. Tapi memang semua itu untuk dijalani dengan sebaik-baik cara bukan dikeluhkan Nona.

Semoga baik-baik saja ya say...😫😕