Rabu, 04 April 2018

Persiapan

Menikah bukan tentang bahagia tapi tentang berkah. Maka jangan bayangkan dunia pernikahan bak manisnya kurma di bawah sinar rembulan. Lantas manisnya pernikahan dipupuk oleh iman.
Oleh karena itu, persiapan menuju pernikahan adalah persiapan untuk ibadah besar, ibadah seumur hidup. Bersiap mendapat amanah menjadi istri dan ibu. Kedua amanah mulia bagi seorang wanita yang mengharap keridhoan Rabbnya.

Menikah bukan sebercanda tayangan video para penganten baru itu Nona, tapi seserius kisah rumah tangga Rasulullah saw dan Khadijah ra. Saat pernikahan menjadi ruang untuk saling menyempurnakan ibadah, menguatkan iman, meningkat kualitas hafalan Qur'an dan mengamalkannya, memperindah akhlak, menambah manfaat bagi sesama, dan membuat ketaatan pada Allah  semakin terjaga.

Bisa jadi bekal menuju pernikahan  semengerikan persiapan menuju maut... Nona. . .

Untuk hal yang Allah simpan dengan rapi itu, tak ada yang perlu dilakukan kecuali meluruskan niat, memantapkan pilihan, memperbaiki diri, dan menjaga kedekatan pada Allah.

Semoga bisa menjadi anugrah untuk siapapun yang kau dampingi, Nona... berbekal lah... sebaik bekal adalah takwa.

Selasa, 03 April 2018

Bisa Jadi Mati

Bisa jadi kematian yang lebih dekat. Lalu air mata taubat masih bergeliat dusta. Apa kabar dengan amal diri yang tak seberapa, dosa² entahlah banyaknya, taat masih suka pura². Tapi mati bisa datang sesukanya. Faghfirlana

Pulang

Senja telah merajai langit. Sebentar lagi malam akan menelan sang surya.  Rehatlah lagi Nona... Perjalanan pulang masih panjang.

Berkongsi

Bila kau suka langit biru
Bagiku langit senja dengan jingganya lebih memesona.
Tapi tenanglah, kita bisa berkongsi pada malam tuk melepaskan ego.

Bila satu warna maka takkan ada pesona pelangi. Perbedaan lah yang melukiskan gradasi indah dari bias satu sinar mentari. Percayalah...beda  menjadi alasan tuk saling mengindahkan.

Senin, 02 April 2018

Muhasabah Malam

Nona...
Mari muhasabah malam ini.
Apa sibuk yang menyita hatimu?
Apakah dunia atau akhirat?
Apakah makhluk atau Allah?
Padahal kematian selalu menjadi ancaman yang terus mengintai. Hati masih belum istiqamah dalam yakin.
Faghfirlana...

Mengukur Rindu

Rindu itu tak bisa diukur, bila kau katakan berat aku takkan percaya. Namun aku yakin bersama Allah rindu itu menjadi ritme nan teratur dalam jeda nan terjaga.

Rindu itu hanya seni rasa. Menundukkannya dalam takwa memberi nuansa yang berbeda. Akan hadir isak sendu disepanjang sujud. Tertuang dalam kidung doa nan merdu. Menghunus langit dengan iman. Begitulah rindu yang tak terukur itu...ada tapi fana tuk disapa apalagi diraba.

Patah Hati

Bila kau patah hati karena cinta nan tak terbalas aku bukan begitu.
Aku patah hati bila sekian ibadahku tak mampu membuatku menjadi manusia yang baik.

Bila kau patah hati karena harapanmu pupus oleh takdir, aku bukan begitu.
Aku patah hati bila sekian hafalan Qur'an ku tak mampu membuat akhlak ku semakin indah.

Bila kau patah hati karena impianmu tak sampai pada realita, aku bukan begitu.
Aku patah hati bila sekian shadaqah ku tak diterima oleh Allah.

Bila kau patah hati karena yang terkasih pergi tuk selamanya, aku bukan begitu.
Aku patah hati bila sekian ilmu yang aku pelajari tak membuatku semakin dekat dengan Allah.

Duhai Nona...serahkan hatimu utuh pada Allah agar ia tak rapuh dan patah.😥😖
Semoga selalu menjadi penebar manfaat kebaikan pada segala kondisi dan dimanapun Allah tempatkan dengan hati yang kokoh.
Allahumma amin