Sabtu, 17 Februari 2018

Murka

Jika murkanya manusia bisa membuat diri menangis parah dan begitu menyakitkan. Mengapa murka Allah tak membuat diri bergidik ketakutan. Jangan pernah membuat Allah murka, jangan pernah kecewakan Allah.

Jangan Mempersulit

Jangan pernah mempersulit urusan orang lain, karena bisa jadi doa dari seseorang yang kamu persulit urusannya bukan hanya mempersulit urusan dunia mu tapi juga akhiratmu.

Bahagia itu

Memang bahagia di dunia itu tidak akan pernah bertahan lama. Bisa jadi beberapa jam pertama di pagi hari terasa sangat bahagia kemudia di waktu dhuha mendapat kabar yang tak mengenakkan hati. Atau bisa jadi di siangnya ada lisan-lisan yang tanpa sengaja menghancurkan rasa bahagia mu itu. Tetap kendalikan diri dalam bahagia dan sedih. Bila bahagia, cukuplah sekedarnya bertasbih pada Allah lalu mohon ampunan pada-Nya. Karena tak pernah tahu pada  detik keberapa kebahagiaan itu kembali Allah cabut. Jika sedih maka ucapkan hamdalah lalu mohon ampunlah kembali pada Allah. Sebab itu pertanda sebentar lagi kamu akan bahagia selepas duka yang kamu sabar-sabarkan karena Allah. Dua kendaraan mukmin yang ampuh tetaplah sabar dan syukur. Maka jangan pernah beranjak darinya.

Terburu-buru

Terkadang manusia itu suka terburu-buru. Padahal Allah menangguhkan sesuatu baginya demi kebaikannnya. Agar mendapatkan yang lebih utama dan lebih baik dari apa yang sekedar ia pinta.

Mohonkanlah

Mohonkanlah pada-Nya kekuatan iman, kekuatan fisik, dan kekuatan akal untuk bisa menjalani sebaik-baik ketaatan pada Allah dan menjalani sebaik-baik amanah sebagai khalifah-Nya di muka bumi. Pintalah pada-Nya untuk mudah mengamalkan Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Tanda Cinta

Tanda Allah mencintai seorang hamba, maka dijadikan hatinya dapat merasakan nikmat dekat dengan-Nya, nikmat iman, nikmat ibadah, nikmat dzikrullah, nikmat istiqamah, nikmat bersama orang-orang sholeh, nikmat bersyukur, dan nikmat bersabar.

Kamis, 25 Januari 2018

Nasihat Hari ini

Usahakan segala sesuatu yang dilakukan bisa menambah iman, amal sholih, kebenaran, dan kesabaran

Dampingi amal dengan ilmu
kita sering beramal tapi kita suka lupa mengevaluasi kualitasnya.

Sudah merasa berbuat itu sudah  menjadi masalah. Karena kurang menyadari kekurangan diri.

Kita sibuk untuk terus diberi ini dan itu dari Allah tapi sedikit mensyukuri apa yang telah diberikan. Kebaikan itu bukan pada nikmatnya tapi pada kesyukurannya.