Kamis, 09 November 2017

Ayah apa Kabar?

Ayah apa kabar?
sebait tanya yang cukup dijawab oleh hening.
Hingga detik ini hujan tetaplah yang paling aku suka. Karena dibawah kuyubnya aku bisa leluasa menderaskan rindu, tanpa perlu satupun yang tahu, apakah itu air mata atau genangan hujan yang membasahi pipi.

Jumat, 03 November 2017

Mengawasi Keinginan

Manusia ituk makhluk yang sebentar-sebentar. Yakni sebentar bahagia, sebentar sedih, sebentar kesal, sebentar sayang. Nah maka setiap keinginan diri perlu diawasi agar yang sebentar-sebentar itu dapat dikontrol.

Kamis, 02 November 2017

Mendidik Suara Hati

Suara hati itu dipengaruhi oleh moral lingkungan. Salah satu mengasah suara hati adalah dengan menekan inferioritas diri dengan menjadikan diri itu sebagai seorang pengkaji. Karakter yang menonjol adalah keterbukaan yang ditandai dengan keinginan untuk terus belajar.

Niat-Tekad-Persiapan

Selain niat dan tekad, kita butuh persiapan yang matang untuk menghadapi masa depan. Maka jangan hanya bersandar pada yang sudah menjadi sunnatullah, meski ada effort untuk menjalani yang menjadi syari'atullahnya.

Pengamat

Menjadi pengamat itu, terkadang memang terkesan cool bahkan jadi kelihatan aneh. Easy going aja nona...demi dan demi proyek masa depan. Terkadang hal besar yang ingin dicapai itu perlu menempuh turbulensi resiko yang tak terduga. Keep going anyway. Jika yang diperjuangkan adalah sesuatu yang baik, biar Allah yang menilai proses itu. Manusia itu suka picik dalam menetapkan sudut pandang

Pengaruh Bangsa Timur-Barat: Kajian Realitas di Indonesia

Menelaah tentang oksidentalisme kiranya hal yang baru bagi seorang pemikir filsafat sains seperti saya. Baiklah, harus dikaji lebih dalam dan komprehensif. Agar volume pemahamannya lebih masif.

Bismillah....

Be You

Tak perlu mengubah karakter agar mampu diterima. Karena itu hanya memaksakan diri untuk terjun di ranah yang membuat diri itu selalu bersandiwara. Natural aja...bersikap saja sesuai norma yang pantas. Bila memang tidak perlu speak up ya udah calm aja, silent. Apalagi ikut nimbrung ngobrol hanya sekedar menunjukkan diri. Ah itu kuno banget lah, bukan lagi budaya anak jaman now lah.