Jika ada sesuatu yang pergi, maka sesuatu yang lebih baik akan datang. Karena Allah tidak sekedar memberi apa yang kamu inginkan tapi apa yang kamu butuhkan.
Berbaik sangkalah pada Allah ...
Sungguh, Allah tak pernah meninggalkan kamu sendiri.
Jika ada sesuatu yang pergi, maka sesuatu yang lebih baik akan datang. Karena Allah tidak sekedar memberi apa yang kamu inginkan tapi apa yang kamu butuhkan.
Berbaik sangkalah pada Allah ...
Sungguh, Allah tak pernah meninggalkan kamu sendiri.
Bismillah... . .
Andalusia menjadi momen sejarah penting yang telah mewarnai 7 abad lebih peradaban Islam. Mulai dari 92 H sampai 797 H seanter Eropa ditahtai oleh kisah heroik kaum muslimin dan kejayaannya.
.
.
Penaklukan Andalusia 92 H dipimpin Thariq bin Ziyad dan Musa bin Nushair, masa khalifah al Walid bin Abdul Malik (khalifah Bani Umayah) sebelum Khalifah Umar bin Abdul Aziz, Islam mulai masuk dari maroko ke Andalus/Jazirah tiberia (spanyol dan portugis). .
.
Tertorehlah Abdurrahman Ad-dakhil, Abdurrahman An-Nashir, Yusuf bin Tasyifin, Abu Bakar Al-Lamtuni, Abu Yusuf Ya'qub Al-Manshur yang menjadi panglima dan raja terbaik dalam fase-fasenya sendiri. Membawa rakyatnya untuk hidup dalan naungan Islam dan tauhid serta semangat jihad. Menjadi kekuatan terbesar di pertengahan abad pada zamannya.
.
.
Lantas bagaimana Andalusia lumpuh, rapuh, jatuh, dan pada akhirnya runtuh? Faktor utamanya adalah penyakit wahn, cinta dunia dan takut mati. Kala kekalahan di Perang al-Iqab mengibas debu-debu sejarah perang Hunain. Dimana jumlah pasukkan yang lebih banyak tidak menjadi jaminan kemenangan. Karena hanya cahaya keimanan, ruhiyyah, dan jiwa Qur'ani itulah yang dapat menjadi bahan bakar pergerakan dalam mencapai kemenangan. .
Bila memang ada kebaikan didalamnya, tidak apa-apa kamu memperjuangkan lebih. Ikhtiar untuk mendapatkan yang terbaik. Tapi jangan pernah mengagung-agungkan ikhtiar. Sebab hasil dari prosesi ikhtiar Allah yang menetapkan. Tugas seorang hamba hanya menggelar usaha terbaik dan hasil biar Allah yang menyempurnakan balasan.
Sudah begitu aturannya, bila ingin mendapatkan sesuatu yang besar maka harus berani untuk mengambil resiko besar dalam ikhtiarnya.
Nona...
Melangkahlah sayang,
Melangkahlah...bukan untuk mendapat sesuatu tapi untuk menemui ridho Allah atas apa yang kau tuju.
Dengarkan rintihan hatimu itu, disaat kamu letakkan Allah bukan pada gardu utamanya. Jangan sayang, jangan lagi kamu redupkan cahaya hati dengan meninggal-Nya.
Tetaplah melangkah, jadikan Allah gardu terdepan tujuan. Prioritaskanlah Allah atas segala sesuatu dalam hatimu, Nona. Agar ridho-Nya tak lagi menjadi utopia.
Bila kamu menjadi yang cukup beruntung untuk mendapatkan kesempatan bersama orang-orang hebat. Please don't waste it, nona !!!
Tidak butuh alasan logika untuk melakukan setiap hal dalam kehidupan ini. Hanya butuh satu alasan apakah Allah ridho dengan yang akan diri itu lakukan.
Setiap kita harus selalu memilih, menentukan, dan memutuskan satu hal dari sekian banyak yang ingin ditempuh. Maka, ada pula yang mesti direlakan. Memang dalam pilihan itu kadang kamu harus mengikhlaskan yang diinginkan untuk sesuatu yang dibutuhkan. Disaat pilihan itu telah bulat. Maka harus ditekuni seutuh hati. Apapun konsekuensinya, tidak boleh disesali namun diri itu harus bertanggung jawab atas keputusan yang telah diambil.
Apapun yang tengah kamu putuskan nona, semoga jalan itu membuat kamu selalu bertumbuhan dan selangkah lebih maju.
Telah memilih hidup, maka kehidupan pun akan membuat kamu selalu memilih. Apapun pilihannya, pastikan petunjuk dalam memilih telah disari dari al-Qur'an dan al-Hadist.